Thursday, 16 June 2016

Tentang lagu yang membawamu ke masa itu

Ini cerita tentang kami sekitar 4 sampai 5 tahun yang lalu. 
Ketika kami masih lebih muda. 
Ketika kami masih bisa menikmati uang yang didapat untuk membeli kebahagiaan. 
Ketika kami bisa pergi ke mall kelas A setiap minggu.
Ketika kami masih bisa berkumpul untuk bergossip (berghibah) hampir 2 minggu sekali.
Ketika cicilan belum masuk ke dalam daftar kewajiban hidup.
Ketika hidup belum terkotak-kotak

Waktu itu, kami termasuk dalam golongan orang yang sering hura-hura dan pulang malam bersama. Tidak ada anggota tetap, tetapi orang-orang yang bersedia memang pada akhirnya tertentu dan itu-itu saja. 

Ketika itu, semua orang masih belum menunjukkan sifat aslinya, kecuali satu orang. Pada awalnya, saya tidak begitu mengenalnya walaupun pernah satu almamater. Tidak pernah sekalipun familiar dengan mukanya. 

Sampai akhirnya, kami merencanakan agenda untuk karaoke bersama. Saya agak lupa, apakah itu karaoke traktiran seorang teman yang sedang ulang tahun atau acara lain. Tetapi, saya menjadi terus mengingat sosok itu dan mengidentikkan dirinya dengan lagu tersebut. 

Tetiba dia meminta sebuah lagu dan tiba gilirannya menyanyi semacam orang kerasukan:

Sejujurnya ku tak bisaaa
Hidup tanpa ada kamu aku gilaaa
Seandainya kamu bisaaa
Mengulang kembali lagi cinta kitaaa



*kemudian saya melirik si pemiliki suara
Jangan bayangkan wajah saya secantik ini sewaktu menoleh ke dia


Dia yang membuat saya tertegun, terperanjak, dan terkaget-kaget. Dia adalah Pradany Hayyu, 28, penggila es batu, fans Firman.

5 comments:

  1. Okehh besok aku mo request mbak hayy nyanyiin kayak crita kamu mbak yes, haha.

    Tapi emg ini lagu racun, ga tau knp terngiang2 -,-

    ReplyDelete
  2. hah seriusan hayyu nyanyi lagu ini :|

    ReplyDelete
  3. Ahahahahahaha. Duh jeees, ga salah jees? Lo membuka masa lalu kelam guweeeh. Kebanyakan denger tu lagu di angkot kali ya *ngeles *tutupmuka

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan salahkan abang angkot! #TimAbangAngkot

      Delete
  4. sungguh ku tak menyangka temen se-cluster bisa ngefans sama firman. jatuh harga diri cluster nih...

    ReplyDelete