Friday, 31 October 2014

Saddest Movie I've Ever Watched and Will Never Ever Watch It Again Ever

Saaad movies always make me cry...
Sekian teaser tembang kenangan berjudul Sad Movies dari Sue Thompson. Ada yang tau? Haha! Selamat! Orang tua kita seangkatan XD

Jadi begini, saya nggak pernah suka nonton film yang sedih dan menyusahkan hati. Mau dapet hiburan dari rutinitas, masa nontonnya yang sedih? Jadi genre saya sih biasanya komedi romantis hehe! Namun demikian, demi memenuhi tulisan tematik, setelah dipikir-pikir, untunglah saya pernah nonton satu film sedih sampe nangis sejadi-jadinya dan sesenggukan.
Film apa???


 Yaaa, dari judulnya aja udah keliatan kan itu film akan menguras air mata sampe seliter.

Cerita diawali adanya seorang murid perempuan bernama Kitou Aya yang ingin tes masuk SMA. Sewaktu dia mau pergi tes, tiba-tiba dia terjatuh. Dari situlah awal masalah dimulai.

Seiring berjalannya waktu, Aya semakin sering terjatuh dan cara berjalannya pun aneh. Akhirnya, ibunya memeriksakan Aya ke dokter dan diketahui Aya mengidap penyakit spinocerebellar degeneration. Penyakit yang menggerogoti fungsi otak dimana pengidapnya perlahan tapi pasti akan mulai tidak bisa menggerakan anggota tubuh secara sadar dan tidak sadar. Dimulai dari tidak bisa berjalan, berbicara, menulis, dan tidak bisa makan. 

Di awal cerita, Aya masih bersekolah di sekolah biasa. Ketika penyakitnya semakin memburuk, Aya mulai menggunakan kursi roda, ia tidak lagi bisa bersekolah di sana. Ia harus pindah ke sekolah disabilitas. Adegan perpisahan sekolah ini termasuk adegan yang membuat saya sesenggukan.

Belum lagi adegan ketika Aya sudah dirawat di rumah sakit. Awalnya ia masih bisa bangun untuk ke toilet, lalu lambat laun ia tak bisa bangun dari tidur dan tidak bisa berjalan tapi masih bisa berbicara. Setelah itu, cara bicaranya mulai melambat dan patah-patah dan akhirnya tak bisa berbicara sama sekali. Untuk berkomunikasi, ia menggunakan tulisan. Ketika menulis pun sudah tak sanggup dilakukan, ia hanya berbaring dan pada akhirnya melakukan perjalanan abadi menuju Sang Pencipta.



Adegan Aya menjadi depresi dan sering menangis karena menyadari dia tidak bisa lagi melakukan hal yang dulu bisa dilakukan sendiri ini yang membuat saya menangis. Sejak sakit, ia membutuhkan bantuan dari orang lain.

Belum lagi menerima kenyataan bahwa penyakit ini terjadi pada orang-orang tertentu secara acak dengan perbandingan 1:1.000.000 (kalo nggak salah). Aya mempertanyakan "Kenapa penyakit ini memilih saya?" (Duh, gimana nggak nangis coba?) Cerita ini juga berdasarkan kisah nyata T_T *nangis sesenggukan

Jadi, yang mau nonton film ini, silahkan saja. Lebih baik nontonnya sendiri atau sama temen cewek terus nangis berjamaah. Jangan lupa siapin tissue yang banyak. Saya nonton sama abang saya, terus dia resek dan nggak nangis sedikit pun. Hih! Durjana emang dia.

Oya, OST-nya juga enak lho, seperti Konayuki by Remioromen atau 3gatsu 9ka by Remioromen. Ya tetep bernuansa kesedihan.

Oke, jangan minta saya ceritain yang menguras emosi begini lagi ya. Cukup ini saja. Hehe.
*lirik sinis ke Pindo

Terima kasih kepada blog-blog yang membahas dan memposting gambar mengenai film One Litre of Tears :-)

Tuesday, 28 October 2014

Reuni Memori

Apa sih yang kamu lakukan 1 tahun lalu hari ini?
Atau yang kamu lakukan 3 tahun lalu pada hari ini?
Lima tahun lalu?

Deuh, yang bener aje, masa gw harus inget setiap hari gw ngapain aja berapa tahun yang lalu? Pasti mikir gitu kan? Hahaha, iya. Emang kurang kerjaan sih kalau inget semuanya (bagus kalo bisa). Tapi buat saya sih, mending inget yang penting-penting aja (macem Sherlock si ganteng Om Ben! ~~Lost Focus)

Oke, kalau otak nggak secanggih google dan doodle-nya yang bisa ingetin kita hari ini 5 tahun lalu ada apa, jangan bersedih dulu. Ada apikasi namanya "Time Hop." Jadi, aplikasi ini bisa mengingatkan penggunanya tentang "apa yang kita lakukan" hingga 5 tahun ke belakang.



Dari mana taunya? Dia terhubung ke semua sosial media yang kita punya, bahkan sampe ke memori hape, foto-fotonya. Terus, setiap hari, kita diingetin kalau time hop siap dibuka alias siap mengingatkan apa yang terjadi pada kita di jaman dulu.

Time Hop udah ngingetin saya apa aja sih? Hmmm, dia udah ngingetin saya setahun lalu pas kemarin, kakak sepupu saya menikah. Saya dan keluarga ke Jogja terus kumpul-kumpul keluarga deh.

Mom and Me "Selfie" at the Wedding


Ngomong-ngomong kumpul sama keluarga, seperti reuni lainnya, selalu ada cerita yang nggak pernah absen untuk diceritakan kembali.

Cerita ini yang paling hits dan tak pernah diketahui kebenarannya.

Dulu, saudara saya yang hobi motor trail itu beserta keluarganya main ke Jakarta. Ya ampun, jaman bocah masih lucu dan imut-imut gitu (sekarang juga teteup sih). Nah, kita serombongan sirkus main ke Dufan. Yang masuk Dufan cuma anak-anak aja, sementara ibu-ibu-nya main di Pantai Ancol.

Nah, kita baru keluar Dufan pas gelap, ya namanya juga maen, mana bisa sebentar. Terus sepanjang kita main, katanya sih, si ibu-ibu pada main speed boat! Terus mereka ceritanya seneng-gembira-ria-bahagia gitu. Kita nggak pernah percaya sih itu beneran. Masa iya mereka main terus nggak basah? Haha! Tapi itu cerita nggak pernah absen dong diceritain, sampe kita pada bosen dengernya... (-___-")

*pictures from Google and personal collection

Tuesday, 21 October 2014

Favourite Snacks

When these get ripe and they are ready to be picked...


Then they undergo some processes and become this melted chocolate that mixes with your saliva, fills your mouth with smooth texture and its medium sweetness and activates all the senses and sweet teeth in you.


Hold on, don't get satisfied just yet. You know how it feels to meet your half-soul? Oh yes, this one is the perfect match of the chocolate

The crispy, light, airy wafer that will create that familiar sound every time you bite and comfort you and your tummy. Plus, it brightens up your afternoon!

And they become the perfect match on earth, yes!



So, this is my favourite snacks during my idle time (if there is, haha!) in my office.
I'm telling you, this one is different from the other competitors. It is thick and dense with chocolate (not a commercial ads and i don't get paid for this).

Try it and tell me how you feel after eating this in the comment space below.


*nearly all pics are from the internet. The last one is mine (made it last minute).

Tuesday, 14 October 2014

Book With Twisted Plot

Pada suatu hari, hiduplah seorang gadis yang senang memakai kerudung merah hingga ia dipanggil dengan sebutan  "Si Kerudung Merah." Si Kerudung Merah memiliki seorang nenek yang tinggal di dalam hutan. Setiap hari, ia mengantarkan makanan yang dibuat oleh Ibunya bersama dengan buah berry yang ia petik sepanjang jalan untuk diberikan kepada neneknya. Suatu hari datanglah serigala bertaring tajam yang hendak memangsanya. Bersembunyi di balik pohon. Hap! Dimakanlah Si Kerudung Merah.

Saya hidup dan besar dengan dongeng di atas. Ya, dengan beberapa dongeng internasional lainnya seperti Cinderella, Little Mermaid, Sleeping Beauty, dan Snow White. Hampir semua dongeng mainstream.

Dongeng yang sederhana dan menenangkan untuk diceritakan sebelum anak kecil tidur.

Sampai akhirnya saya tumbuh dewasa dan membaca buku dengan sudut pandang yang berbeda. Cerita dengan twisted plot yang terus membuat saya ingat tentang buku itu.

Si Kerudung Merah tidak lagi diceritakan sebagai anak kecil yang lucu dan lugu tetapi wanita yang menggoda serigala.

Dahulu, diceritakan seorang gadis yang sering memakai kerudung merah sehingga ia dipanggil dengan sebutan Si Kerudung Merah. Suatu hari, Si Kerudung Merah sedang berjalan melintasi hutan dan ia melihat seekor serigala. Ketika ia melihat ke dalam mata serigala, ia melihat seuatu yang tidak biasa dan merasa jatuh cinta padanya. Si Kerudung Merah berlari mengejar serigala yang lari ketakutan hingga akhirnya serigala menyerah dan berbalik. Serigala melihat ke dalam mata Si Kerudung Merah terjadilah hal tersebut. Mereka memiliki anak setengah serigala.

Atau cerita Snow White yang diceritakan ulang seperti berikut:

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang putri yang putih bersinar sehingga ia dipanggil dengan sebutan Snow White. Snow White hidup dengan tujuh kurcaci yang membencinya karena Snow White tidak lebih dari seorang wanita gendut yang terus menerus ingin makan dan marah ketika kurcaci terlambat memberikan makanan. Sikap buruk Snow White membuat para kurcaci tidak merasa nyaman dan timbul ide untuk meracuninya agar sang Pangeran segera datang dan membawa Snow White pergi. Sebuah apel diracuni dan dimakan oleh Snow White. Kemudian ia jatuh pingsan. Tiba-tiba, datanglah seorang pangeran berkuda dan mencium Snow White. Alih-alih bahagia, setelah bangun dari tidurnya, Snow White marah kepada Pangeran. Bukannya menikahi Snow White, sang Pangeran pun segera menunggangi kuda dan pergi meninggalkannya.


Entah mengapa saya suka dengan cara penulisnya menceritakan kembali cerita dongeng lama dengan plot dan karakter tokoh yang berbeda. It sticks on my mind like you! (Jarang-jarang saya bisa ingat detail cerita setelah selesai membaca buku dalam kurun waktu yang agak lama). 

Dua cerita di atas hanyalah dua bagian dari keseluruhan cerita fantasi yang menarik dari buku berjudul "The Book of Lost Things" karangan John Connolly. Ceritanya memang bukan untuk anak-anak karena agak suram. Tidak membahagiakan atau menenangkan. Tetapi tetap cocok untuk bacaan sebelum tidur, untuk dewasa.




Sumber: mahatau Google

Saturday, 4 October 2014

Barang "Dibuang Sayang"

Setiap keluarga pasti punya kebiasaan, tak terkecuali keluarga saya. Bukan semacam kebiasaan aneh juga sih, hanya kebiasaan menyimpan benda yang padahal sudah tidak dipakai tapi tidak mau dibuang juga apalagi dijual. Benda itu adalah telepon genggam (hape).

Saya mulai menggunakan hape sejak kelas 1 SMA (telat ya? Hehe). Pada jaman itu, yang lagi hits Nokia 3310. Punya saya yang warna biru haha! Tapi benda yang ini sudah dijual sih.

Terus ganti Nokia 3660 silver, yang tulip itu, tapi keypad-nya yang biasa aja. Yang ini kayanya disimpen tapi entah kemana.

Terus ganti lagi ke Sony Ericsson W700i yang warnanya gold! Ini hape bersejarah yang menemani saya di Eropa. Hape yang ini saya "lungsurkan" ke mamah. Awet juga sampai akhirnya charger-nya rusak terus berhenti deh hidupnya. Hape ini juga sudah entah dimana.

Berikutnya, saya ganti E71. Hape yang saya bangga2in sepanjang masa. Dulu, uda jaman BlackBerry tapi saya insist banget pake E71. Malah bete banget sama BB.

Sampai suatu hari, abang saya yang udah kaya sales-barang-promo nawarin ganti hape yang lagi promo (padahal ganti E71 aja belom lama, kan sayang huhu). Yak! BlackBerry dan entah kenapa saya mau. Gantinya BB Javelin hitam. Yang ini juga nggak bertahan lama dan akhirnya dijual ke temen saya.

Kenapa dijual? Karena (lagi-lagi), abang saya si sales-barang-promo itu nawarin BB Onyx 2 putih. Udah kaya dihipnotis K*rd*, saya mau aja. Padahal nggak dibeliin deh, tapi nyicil ke dia. Oke, dia selain sales ternyata sekalian leasing. Akhirnya saya pakai BB itu dan bertahan 2 tahun lebih (sampai sekarang masih berfungsi).

Karena pake BB kebanyakan drama kantornya, saya ikut arus beralih dari BB ke Android. Voila! Jadilah saya pake Sony Xperia Z hitam yang saya bangga-banggakan padahal awalnya pernah nggak bisa sms karena belum di-setting haha! Foto-foto yang saya upload di blog ini menggunakan si hitam manis ini. :)

Oiya, waktu jaman CDMA lagi bergema seantero jagat raya karena tarifnya yang murah durjana, saya juga sempet tergoda beli Nokia flip yang pink (deuh, hits banget waktu itu dan sulit dicari). Tapi saya dapet dong haha! Yang ini masih dipakai kadang-kadang.

Beberapa hape yang tidak dijual hanya menganggur di rumah. Soalnya, setelah dipake 2 tahun, kalau dijual, bikin sakit hati doang. Yaudah, lebih baik mereka di rumah jadi bangkai haha! Yakali lagi pengen inget-inget masa lalu gitu. Dikasih orang juga sayang. Setiap orang kan beda-beda ya cara pakainya. Saya termasuk yang merawat hape dengan baik.

Ini ada fotonya, tapi karena sebagian sudah tidak diketahui keberadaannya, yang masih ada aja ya.
*Catatan: hape yang paling kiri bukan hape saya. Sumpah! Haha...

Itu hape dapet dari kantor abang saya yang satu lagi. Masa hidupnya juga sudah habis.

Friday, 3 October 2014

Best Moment(s) at Twenty-Seven

Throwing back for what i had done during my 27 year-old existence, I found that my life was blessed (I don't want to say it best yet). I got so many lessons to learn and experiences. This is the right time for being grateful for everything that had come into my life.

Here are my best moments:

October, 2013:

I took part in a run competition held by a State Bank together with my colleagues. I took the 5kms run instead of 10 kms. I beat 5 kilometres and it felt good! So far, this has been an achievement for me.  Hehe!

The next best thing happened at the same month was the performance of Gandini Juggling. My friend Risha invited me to watch this performance and i never regreted it. The performance was awesome! The very next time they come here, I suggest you to grab the ticket and watch them. This one? I got it free! *grin



March, 2014

I had a trip to Hong Kong this month. Yay, finally! I had been waiting for this trip like almost 3 years. About my trip, you can visit my post entitled Itinerary Hong Kong untuk 4D/3N

How can I not feel grateful seeing this amazing scenery live omw to HK?


(Bro-Sis portrait)
I can't believe it! My bro and I used to quarrel every single day back then when we were children. (Oh yeah, my mom was so stressful at that time hehe!). I always remember that one day, when he made me cry and a second later, he made a joke and I laughed out loud while my tears were still dropping down. Brother, you made my days! *kisskiss

May, 2014

We had a family trip to Bandungan, Central Java. The car was packed up with my parents, brother, uncle, aunts, and cousins. The place was nice but the most important thing was that we could have a quality time together. Here, I give you some pics.

View from Bandungan

The following day, my bro, my cousin and I chased sunrise in Punthuk Sethumbu.

Besides the things stated above, I must appreciate myself for I am now able to read Koran better with a lil Tajwid in it. (Yes, I could not read Koran before haha!)

And, I started my own blog. Yayness!

About the lesson to learn, I found that my 27-year-old was the moment of truth. I mean, everything that I hate seemed approaching me. Like, (almost) everything. The law of attraction was haunting me. (No, it's not the law of attraction in a positive way like my previous post). So, probably it is the time to be mature, not to hate everything too much cause it may come to my life anytime. And I shall go easy on life (sometimes).

Thanks to my cluster colleagues who have always cheered me up and filled my days with (too much) laughter (sometimes) and it usually ended up with having bad luck during our trip back home. Haha!
Guys, I feel blessed to have you all here. (I really want to post their picture here, but I appreciate their permission first)

And thanks to the people who have brought me to feel my first experience to do everything. Yes, you!

So, let's start another year with a better wish! I wish you have better year as well ;-)

Sources: Personal Collection, Pinterest