Thursday, 28 April 2016

If I were a man,...

Pernah berpikir menjadi seorang cowok? Siapa cewek idaman kamu jika kamu menjadi cowok?

Begini, sebenarnya ini pertanyaan sulit karena:
1. ya ampun, saya jadi cewek aja sulit banget menentukan kriteria cowok idaman saya. Semacam surreal haha!
2. cewek idaman di sini dibatasi hanya di lingkungan satu Biro. Bagaimana kalau saya memilih diri sendiri? XD

Sudah cukup ya narsisnya, setelah saya menanyakan ke teman "eh, kok lo nggak pilih gw sih?" ke dua rekan arisan blog dan dijawab dengan beraroma sinisme, oke saya putuskan. Saya akan menulis tentang orang lain. Berikut kriteria cewek idaman saya (jika menjadi cowok)

Tentang kriteria, serius deh, satu yang tidak bisa ditawar adalah berpikiran terbuka, seterbuka-terbukanya. Tapi hanya pikiran ya, dalam beberapa hal, karena tetap ada value yang dipegang dan jadi "pagar" untuk membatasi diri dari hal-hal negatif dan merugikan. Oiya, termasuk di dalamnya berwawasan luas, bisa diajak bergosip dan berpikir keras membahas permasalahan NKRI.

Kriteria kedua adalah berpikir logis. Iya, saya suka berdiskusi banyak hal dan menanyakan hal-hal aneh. Entah ya, tapi saya kurang suka sesuatu hal yang sentimentil dan menye-menye. Semua dilihat dari logika, nggak hanya terbawa perasaan. (Kadang saya mikir, kayanya saya harusnya cowok deh)

Kriteria ketiga adalah simpel alias nggak ribet sama hidup. Jadi, ada kan cewek-cewek yang hobi banget belanja, misalnya. Mereka bisa menghabiskan waktu sampe satu hari untuk belanja. Ya ampun! Belum lagi, ada cewek yang hobi banget ngobrol tapi hmmmm, nggak penting. Misalnya: "Aduh, aku pake baju apa ya? Yang ini begini, yang itu begitu. Kalau pake baju ini, nggak cocok. Yang ini aja deh. And she keeps talking like I don't even care or listen to" (Yang ini cerita asli - yang bisa tebak, ada hadiah menarik: 1 bungkus sponge rasa seadanya untuk yang tercepat menjawab)

Poin terakhir adalah humoris, bisa menertawakan kebodohan atau hidup. Yang ini sih sebenernya wajib ada di dalam diri setiap orang. Yakali, serius banget menghadapi hidup, yang ada stroke.


And my favourite woman will be Irma Kesuma aka Mbak Ime. *harus banget ini di-share ke orangnya

She's the one at the front :)




Thursday, 21 April 2016

That Dummy on My Desk

Hell-o, readers!

Arisan blog telah kembali! Yay~ Berarti blog saya yang kurang terurus ini akan kembali sedikit terurus yah. Selain itu, menyambut kuartal kedua 2016, boleh lah sedikit punya resolusi yang lebih baik, misalnya punya workspace alias tempat kerja yang lebih baik daripada sebelumnya.

Sebenarnya, kebetulan juga, saya dan teman satu bagian bermigrasi ke tempat baru. Anggaplah demikian karena sebetulnya kami digusur oleh orang yang "berkuasa" *huks.... Long story short, here were are, we're happy and... what? peaceful? 

Anyway, ukuran meja kerja saya yang sekarang memang lebih besar. Jadi, saya bisa menaruh apa saja di atas meja dan tetap luas hahaha.... Singkat cerita, saya mau cerita 2 hal yang pantas diceritakan. Satu, tahukah kamu kalau saya adalah seorang hoarder alias penimbun? Dilahirkan dengan golongan darah A, saya suka menyimpan sesuatu seolah besok mau kiamat. Yang selalu ada di atas meja saya adalah susu ultra! That's true! Selain untuk snack di kala lapar pada jam tanggung, susu kotak juga berfaedah untuk diversifikasi pangan di kala sarapan pagi. Misalnya, kalau bosan makan nasi, tinggal ambil sereal terus tuang susu. Yup! Saya juga suka simpen sereal hehe...

Barang kedua yang agak anomali di atas meja saya adalah al-quran (berasa Syariah). Sebagai informasi, saya bukan orang yang Syariah hehe... Al-quran itu hadiah ulang tahun dari teman saya yang pengen saya bisa baca al-quran. Iya bener, sekalian biar dia dapet pahala. Bisak banget ye orang! hehehee....