Tuesday, 23 December 2014

Naniura, Sashimi ala Indonesia

Di masa kini, saat seluruh budaya --termasuk makanan-- sudah mengalami penetrasi yang luar biasa, di kala Indonesia akan segera menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), saya yakin sekali bahwa pembaca yang budiman mengetahui apa itu sashimi.

Sashimi adalah makanan Jepang berupa makanan laut dengan kesegaran prima yang langsung dimakan dalam keadaan mentah bersama penyedap seperti kecap asin, parutan jahe, dan wasabi.

Paham ya, sashimi itu apa. Nih, fotonya.

Salmon Sashimi -- favorit saya
Ternyata, bukan hanya Jepang yang punya makanan dengan metode seperti ini -- makanan mentah yang dimakan dengan condiment tertentu. Indonesia juga punya! Namanya naniura, masakan  tradisional khas Batak.

Naniura ini pada dasarnya hampir sama dengan sashimi. Bahannya terdiri dari ikan mentah (biasanya ikan mas) tanpa dimasak, hanya dilumuri bumbu-bumbu tertentu dan didiamkan selama beberapa jam. And voila! Naniura siap dimakan.

Berikut bahan-bahan naniura yang saya dapatkan dari link ini

Bumbu Naniura dari blog ini
Banyak ya? Iya, memang masakan Indonesia juara deh bumbunya! Setuju kan?

Kira-kira jadinya seperti apa? Ini nih.... Awas ngiler ya
Naniura dari blog ini


Rasanya seger, asem, pedes, ada rasa khas andaliman sama kecombrangnya. Yang jelas, rasanya tegas karena banyak banget bumbunya. Ikannya juga nggak terasa amis. Saya berusaha keras nih supaya nggak ngiler hehe...

Merasa keren karena doyan salmon sashimi? Yuk, coba sashimi negeri sendiri!

Monday, 22 December 2014

#HariIbu

Senin, 22 Desember 2014, 12.00 AM

Saya bangun untuk pindah ke kamar. Weekend ini, kami sekeluarga pergi ke Puncak untuk acara reuni Keluarga Wijaya lagi. Sampai rumah jam 18.00, mandi, beres-beres terus tidur di depan tv.
Jam 12, saya dibangunin mamah karena disuruh pindah ke kamar. Ambil hape dari charger terus langsung ke kamar. Pas ke kamar, saya mendapati my bed was set and the air conditioner was turned on.

Senin, 22 Desember 2014, 06.33 AM

Pagi ini, saya berusaha bangun pagi, mandi cepet, supaya bisa berangkat lebih pagi karena hari ini adalah hari Senin. Hari Senin berarti macet tak berkesudahan. Sesampainya di mobil, saya sadar. Semalam, saya lupa cabut charger dari colokan apalagi menaruh charger di tas saya.
Saya udah hopeless, udah bikin skenario untuk nggak main hape, tapi sayang hay day nya. Terus sampe mikir untuk pinjem charger-nya Durjana aja, soalnya charger dia yang paling compatible.
Sampe saya mau WA-an juga males.
Sampe di kantor, saya mau masukkin hape ke tas. Tiba-tiba, saya mendapati charger di tas saya! Wowness!

Call me spoiled but I have the best mom in the world! Terima kasih, mamahku sayang. All world's problems (my world) are fixed by you! I love you to the moon and back! Hug and kisses and Happy Mother's Day!

Tuesday, 16 December 2014

Yuk, Hidup Sehat!

Tau wanita cantik, muda nan fresh ini? 

Pic's taken from her insta
Yup! Sophie Navita, istri Pongky Barata Jikustik (betapa beruntungnya dia punya istri secantik, sepintar, selucu, semuda ini kan?)

Kira-kira dua bulan yang lalu, saya dan beberapa teman satu kantor terkena raw food wave. Semacam Korean wave tetapi tentunya lebih sehat. Mengapa? Karena kami semua terinspirasi gaya hidup Ibu Sophie ini yang rutin mengkonsumsi makanan mentah yang kemudian berdampak pada penampilannya. 

Berpikir makan raw food terus jadi secantik dia. Iya, ini logika yang salah sih haha. Tetapi bukan itu maksudnya. Intinya hanya satu, saya dan teman saya ingin mencoba makan makanan yang belum dimasak. Konon katanya, enzym dari sayuran yang belum dimasak lebih mudah diserap oleh tubuh. Nah, ini yang katanya bikin awet muda.

Selain itu, saya sering kali makanan minim sayur sepanjang weekdays. Terlalu sering makan dengan menu ayam/ikan goreng, mie ayam, soto. Ya ada sayurnya, tapi masih minim, menurut saya. Jadi, niatnya sih mendapatkan serat dari sayuran mentah untuk melengkapi makanan yang biasa dimakan. Supaya tidak merasa bersalah kalau makan ayam goreng kakek itu.

Sampai suatu hari, saya membuat green smoothies. Yayness! Bahan-bahannya sederhana, 

This loads your tummy
Favourite Combination

Hasilnya? Warnanya hijau-hijau jelek gitu memang. Udah lah ya, tetap berpegang pada "Don't judge book by its cover". Rasanya? Saran saya sih diminumnya selagi dingin. Selain terasa segar, aroma sayurnya jadi agak hilang. Favourite saya yang dikombinasikan dengan nanas.








Apa efek setelah minum green smoothies setiap hari? Ini saya cerita yang sejujur-jujurnya ya. Saya buang-buang air sehari dua kali selama seminggu. Saya sempet agak stress juga, kok begini ya? Apa karena saya nggak cocok jadi orang kaya minum jus setiap hari? haha... Tetapi ternyata efek itu menghilang setelah seminggu. Setelahnya, biasa saja.







+ Merasa lebih sehat? 
Looks good, right?
- Hmmmm, belom terasa sih. Tapi, saya tidak merasa bersalah makan apapun setelahnya. 

+ Merasa lebih cantik?
- Ehem, pertanyaan yang tidak perlu jawaban ya. Hihi. Next.

+ Merasa lebih fresh?
- Iya dong! Sejujurnya, sejak minum green smoothies di pagi hari, saya jarang ngemil di waktu antara makan pagi dan makan siang.

+ Merasa lebih keren?
- Sipirili! Ini mengikuti kekinian! Haha

Akhir-akhir ini saya udah jarang minum green smoothies :'( Akan dilakukan lagi mulai bulan depan! Mengapa? Jadi kepelikan berikutnya adalah sulitnya menemukan komposisi yang pas untuk jus yang sehat dan nikmat. Catat ya, nikmat! Saya cepat bosan dengan rasa yang itu-itu aja. 

Jadi, berani coba minum green smoothies? Setiap hari?

*Pics are taken from internet

Tuesday, 9 December 2014

My First Celebrity Crush

Lagi-lagi tema "crush" ya. Mudah-mudahan pembaca blog saya yang rasa-rasanya hanya sebatas anggota arisan nggak bosan. Ya, nggak mungkin bosen juga sih. Hehe...

Seperti disebutkan di tulisan sebelumnya tentang orang yang saya suka, yang baca pasti sudah paham dengan kriteria saya. Nah, setelah mengenal Twitterland, saya dikenalkan oleh seorang seleb tweet yang namanya *ehm... Henry Manampiring alias [at]newsplatter. Hihi... Terima kasih banyak untuk Citra Handayani yang mengenalkan saya dengan si om.

Om Piriiing! *pic taken from his blog
Mengapa saya "jatuh cinta" dengan dia? Ya ampun, dia funny yet smart plus broad knowledge, plus a reader, plus good-looking. Kurang apa coba?

Awalnya, memang dia hanya melontarkan komentar-komentar lucu tentang satu berita. Seiring berjalannya waktu, sepertinya dia pindah kerja. Kemungkinan, saat itu, dia bekerja di satu lembaga survey online, sehingga beberapa kali si om satu ini membuat survey lucu-lucuan. Just for fun. Saya pernah dua kali ikut survey-nya.

Kebahagiaan saya bertambah karena saya mengikuti survey "Kebiasaan Orang Yang Menyebalkan" dan jawaban saya ditulis di sana. Aaaaaaaak!

(harusnya ada bukti pic survey yang saya ikutin, tapi niwa nggak bawa-bawa bukunya, jadi nggak bisa difoto. menyusul ya)

Dari buku ini, saya setuju banget sama om Henry yang keren ini. "Kalau kita belum bisa melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain, minimal, jangan menyebalkan." Ya ampuuuunnn.... Keren banget kan? (Oke, keliatan bagaimana saya sangat mengagumi dia kan? Hahaha)

Kemudian, suatu hari... Dia menyatakan kalau dia menikah. Ra...sa...nya... hati hancur berkeping-keping terus diserok kepingannya, ditaruh di grinder (kopi kali). Tapi ternyata, istrinya cantik! Jadi, nggak menyesal lah dia nggak pilih saya (kenal juga nggak ya?) hahaha...

Pernah sekali liat mereka nonton di Plaza Indonesia, nonton film yang sama setelah jam saya nonton. LIAT! Dia nonton film yang sama! Betapa berjodohnya saya sama dia, kan? (Harap maklum. Memang kalau orang jatuh cinta kan suka aneh-aneh hubungin semuanya, padahal ya gitu doang). Tau dari mana mereka nonton film yang sama dengan saya? Karena setelahnya, dia me-review lewat tweet-nya. Betapa saya stalker durjana. Eh, enggak juga deh. Sebenernya itu kebetulan baca tweet-nya *ngeles

Pernah saya nanya di ask.fm-nya tentang buku yang dia baca sampai dia sangat berfaedah bagi nusa dan bangsa. Terus jawabannya: scroll ke bawah dong, udah sering ditanyain nih.

Rasanya pengen: Woi, ask.fm lo udah panjang bangeeeeet. Kudu banget gw scroll nyari-nyari di bawah. Tetapi karena dia adalah cinta saya (duileh!), saya hanya bisa menatap pasrah dengan penuh cinta sambil bilang "iya, mas, iya. Saya scroll ke bawah, kalo perlu saya list itu buku satu-satu terus main ke rumah kamu supaya bisa pura-pura minjem buku. :")

Oh, bukan hanya itu, saya bahkan tau dia suka pisang, dia hobi baca Malcolm Gladwell, dia nggak suka makanannya diambil orang (termasuk istrinya), mereka honeymoon di Bali (Ubud tepatnya. Mau tau hotelnya? Ada deh! Haha), istrinya nggak suka pisang (eh?).

Om piring, you see, you've accompanied me days and nights with so much laughter and brainy materials to feed my mind. Thanks to Twitter.  And you. Your existence but not your wife.XD

Monday, 1 December 2014

Shit Happens Yet It Brightens Up Your Days (Sometimes)

Suatu hari yang menyenangkan, Abang saya menawarkan tiket murah CGK-HK-CGK. Asal tahu saja, perjalanan itu akan dilakukan tahun depannya. Saya masih punya banyak waktu untuk menyusun rencana hingga saat itu tiba. Tak disangka tak dinyana, mendekati hari-H, ada tawaran beasiswa dengan jadwal tes tepat pada hari-H. Terpaksa saya terlambat berangkat ke HK dengan alasan masa depan yang lebih bahagia (bayangkan 1-2 tahun di alam baru).

Well, Shit Happened!

Suatu sore yang melelahkan, kantor mengadakan rapat malam, rapat yang diadakan setelah jam kantor. Siapa yang tidak lelah? Oke, mungkin saya mencari pembenaran. Sepanjang rapat, saya bermain game dan hanya mendengarkan sekilas tentang isi rapat.
Setelah rapat, boss berkata, "Kamu bikin notulen rapat ya."

Shit Happened!

Suatu malam yang membahagiakan setelah kumpul bersama teman di pusat perbelanjaan, saya melihat satu buku karangan penulis yang saya suka (pake banget). Mitch Albom - First Phone Call From Heaven. Sedari awal, saya mengincar buku tersebut di toko buku P. Sayangnya, edisi pertama berupa hard cover yang membuat harganya naik cukup signifikan. 

Pada malam itu, saya yang melihat buku First Phone Call From Heaven dengan edisi paperback dan harga lebih murah di toko buku K, merasa girang bukan kepalang. Tetiba sekeliling saya gelap dan bertabur bintang-bintang. Oke, lupakan. Adegan tersebut hanya ada di film. Pun di dunia nyata, bintang-bintang di sekeliling saya, bisa jadi pertanda kalau saya akan pingsan.

Kunjungan berikutnya ke pusat perbelanjaan tersebut, saya sempatkan ke toko buku K (setelah saya cari, memang hanya toko buku ini yang menjual buku tersebut dengan edisi paperback). Saya membeli buku tersebut. Saya merasa bangga dan berbahagia. Sampai akhirnya, pada saat kunjungan saya bersama teman ke pusat perbelanjaan (lagi, oke, saya sering banget ya kayaknya), saya iseng ke toko buku G. Saya memang meyakini bahwasanya toko buku G tidak terlalu banyak memiliki koleksi buku impor dan harganya terkadang lebih mahal. 

Apa yang terpampang di depan mata tak pernah berbohong kan? Saya melihat buku tersebut. Ya, First Phone Call From Heaven edisi paperback. Saya balik buku tersebut dan saya melihat harga yang le...bih mu...rah. Belum berhenti di situ, saya melihat ada papan bertuliskan 10%, yang berarti ada tambahan diskon 10% untuk buku itu. 
Ah, well...
Shit Happened



Shit Happens 
but 
Life's Still Good :)

*Pic's taken from internet