Friday, 30 January 2015

Michael Buble Live Party in Jakarta!

Hellooooo, Jakartaaaa!



Sebelumnya, saya mohon maaf ya karena akan menggunakan dual bahasa Indonesia-Inggris. Dilema, pengen pake bahasa Indonesia supaya lebih dapet gregetnya tapi yakali aja kan blog saya dibaca Michael Buble haha.

My own pic, that's my hand. Seriously hehe


First thing first, I had an extremely great night with Michael Buble! I really did! No doubt about it!

Lagi-lagi maaf karena saya tidak menghitung dia nyanyi berapa lagu karena i was hypnotized by his performance. Saya bener-bener menikmati sampe sayang kalau mau merekam dan liat dia dari layar hape, ya walaupun saya cuma bisa lihat dia secara jelas dari screen juga haha...

Di awal konser, Buble sambil bercanda bilang kalo nggak boleh foto. Tapi sebenernya dia mengingatkan fansnya untuk "enjoy the moment with him"And he said, "I don't want to say a concert because concert is boring. I want you to party with me. If you wanna dance, just dance." Jadi, jelas ya, konser Buble itu privat antara saya dan dia. Saya nggak mau repot-repot ngerekam (padahal mah emang jauh ye, bok, percuma ngerekam juga).

Oke, kalau tentang konsernya, saya rasa banyak reviewer dari majalah musik ya. Silahkan baca di sana. Saya di sini mau bahas betapa dia punya good sense of humour! And you know how i really really love men with good sense of humour plus good voice, plus good-looking. How can i not love you, Michael Buble? 

Di sela-sela antara lagu, saya suka banget cara Buble mencairkan suasana dan berkomunikasi dengan fansnya. Di salah satu bagian, dia mengenalkan satu bagian pemain musik yang mengiringi dia sebagai "best friends". How come four of them are his best friends? Haha!

Kemudian, ketika dia mengenalkan 1 orang terakhir, dia bilang "No, the first three are not really my best friends. They're slinkies, you know. But this is my truly truly best friend. Like in Titanic, if I were Jack, he's Kate. Or I were Kate and he's Jack." Hahaha....

Kemudian intro "Everything" dimulai....
And it was stopped!
MB: No, we're not going to do that song Fans: Aaaaaaakkkk
And suddenly, he sang "My heart will go on instead!" Look, how cute and funny is thaaaat? Feel like biting you, Buble! haha....

Belum lagi, di satu bagian, dia bilang:
MB: Liat ya, kalian pasti pulang dari sini udah nggak mikirin saya lagi, ke kasur terus tidur. Tapi tau nggak? Saya pasti akan memikirkan kalian selalu *dengan muka sedih
Haha! Gombal amat. Tapi siapa yang nolak digombalin cowok macem Buble yang gantengnya dunia-akhirat kaaan

Selesai ya bahas betapa cowok dengan sense of humour itu punya poin plus.

Berikutnya, yang cinta banget sama Buble pasti tau gimana cara dia dance dan nyanyi. Here, Buble, I would like to say that I really really like the way your legs move! The way you dance, you jump while singing, you slide here and there on the stage. I love them all, it's just so you! 

Let alone his appearance with complete suit and bow tie aaaaakkk *my heart melted

Overall, Michael Buble is a complete package! 

Thank you for putting Jakarta on the list. The very next time I watch you, I assure you that I will watch you from a way better and closer seat to the stage!


With love and thousand kisses,

Your Huge Fan


*sources: some pics taken from internet, thanks :)


Thursday, 29 January 2015

D-Day To Meet My Half

Judulnya agak lebay ya? Iya emang sih.

Jadi, hari ini saya super excited! Mengapa? Karena dalam waktu kurang dari 11 jam lagi, saya akan menghirup udara yang sama dengan si abang ganteng Michael Buble! Yayness! Nggak tahan untuk nulis blog untuk berbagi dag-dig-dug. Hehe!

Buat saya, hanya ada 2 artis yang akan saya bela-belain nonton konsernya, yaitu Michael Buble dan Pink! Makanya pas denger Michael Buble mau konser di sini, ya ampuuuun, jantung berdebar-debar. Pas liat harga tiketnya, jantung berhenti *niiiitttt ~ garis lurus* MAK! MAHAL AMAT NI TIKET YAK! Duh! Tapi ada saat-saat dimana kesempatan tidak datang 2 kali (Catet ya, ini tulisan akan saya delete kalo saya nonton Michael Buble 2x). Iya, ini pembenaran untuk menguatkan hati demi membeli kebahagian selama 2 jam.

Dengan tekad bulat, saya beli tu tiket, ya bukan yang paling mahal yaaa, sadar diri aja. Ntar disangka saya punya rekening gendut, kan.

Anyway, saya lupa bagaimana awalnya saya sukak pake banget sama orang Kanada ini. Tapi yakinlah, orang keturunan Italia selalu charming! Bwahahahaha... Yang ini agak subyektif. Tak apalah, karena beginilah orang jatuh cinta. Haha!


Bukan cuma tampilan fisiknya, nih, coba yah dengerin, suara live-nya Michael Buble tuh renyah-renyah gurih gimana gitu macem ditambahin MSG jadi bikin adiktif.  Haha


Ganteng yaaaa :3

Besok saya akan posting bagaimana kejadian malam ini. See ya!

Friday, 2 January 2015

Hiduplah Di Kekinian

Beranjak ke penghujung tahun, saya berkunjung ke rumah kakak sepupu saya di Bintaro. Seperti biasanya, kita selalu berbagi cerita tentang buku-buku yang disukai.

Belakangan, memang orientasi buku yang saya baca sedikit berubah. Saya tetap suka novel fiksi, tetapi tidak seperti dulu. Sekarang saya lebih suka membaca dan mengoleksi buku yang lebih "berisi" untuk memberi nutrisi ke otak saya yang terus menerus diterpa urusan kantor.

Di kunjungan saya kali itu, saudara saya merekomendasikan buku layak-jadi-koleksi, yaitu ini.
Setelah setengah dibaca, saya mengiyakan. Buku ini memang layak dijadikan koleksi. Ada beberapa bagian yang saya ingat, salah satunya, hiduplah saat ini.  Fokuslah pada saat ini.

Di buku disebutkan bahwa terkadang kita ada bersama orang lain, tetapi pikiran kita/dia tidak berada di masa yang sama. Sering kali kita melihat bahwa beberapa menit pertama, dia masih memperhatikan apa yang kita sampaikan. Namun beberapa menit kemudian, dia sudah "hilang" entah kemana.

Mengapa hal itu terjadi? Terkadang kita terlalu sibuk memikirkan masa depan, kita harus seperti apa dan berbagai rencana untuk menggapainya. Yang lebih buruk adalah kita terlalu sibuk memikirkan masa lalu, mengenangnya secara terus-menerus dan menikmati penderitaan. Dan kita lupa hidup pada masa kini. Saat ini. Detik ini. Merasakan yang ada di depan mata.

Setelah membaca buku itu, saya sadar dan mencoba mempraktekkannya. Memang baru 1 hari. Kemarin, saya jalan seharian sama teman saya yang sebentar lagi menyusul suaminya ke negara pusat fesyen dan kuliner. Saya mencoba untuk fokus mendengarkan apa yang saya dan dia sampaikan.

Hasilnya mengejutkan. Saya bisa fokus dalam waktu yang lama sebenarnya. Dulu, saya hanya bisa fokus sekitar 45 menit, sisanya pikiran sudah berlarian entah kemana. Kemarin saya bisa memperhatikan segala hal yang teman saya ucapkan. Ternyata, saya bisa menikmati lebih karena saya berusaha menjaga pikiran saya di masa kini.

Bukan hanya buku Desi Anwar, Paulo Coelho juga menyatakan yang sama di bukunya

"Ksatria cahaya melepaskan gagasan tentang hari dan jam agar bisa memberikan perhatian yang lebih besar pada saat ini"

Bahkan di satu buku (saya lupa yang mana) menyebutkan untuk sesekali fokus bahkan pada hal yang otomatis, seperti berkedip, merasakan detak jantung, bernafas, berjalan dan merasakan langkah kaki.

Dengan begitu, kita dapat lebih menghargai tubuh ini, menghargai kesehatan, dan menghargai hidup saat ini.

Jadi, mari sadari, rasakan, nikmati, dan hiduplah di kekinian.