Wednesday, 26 November 2014

Oleh-Oleh Reuni Keluarga

Sabtu kemarin, saya dikabari Papah kalau ada acara kumpul-kumpul sama keluarganya. Iya, begitulah semacam ada drama keluarga yang menjauhkan mereka sehingga jarang berkomunikasi, dan akhirnya masing-masing beranjak tua dan menyadari bahwa keluarga itu penting. Semacam lost-lost family hahaha...

Kami berangkat Sabtu subuh. Sampai di sana, saya bertemu om, tante, sepupu, dan keponakan. Kemudian, datang lagi satu sepupu berikut anaknya. Yang mencengangkan adalah sepupu saya ini punya anak yang lebih tua dari saya dan sudah beranak dua. Jadi, saya sudah layak disebut "TANTE" atau bahkan "OMA." Omaigat! Tapi akhirnya, setelah melalui proses negosiasi dan karena dia jauh lebih tua dari saya (haha, punten ya, teh Marlin), saya panggil dia teteh. Yoi! I have a bit of Sundanese blood. Can't deny it.

Singkat kata, singkat cerita, saya ngobrol banyak sama si teteh yang ternyata oke punya. Si teteh ternyata adalah seorang konselor di salah satu yayasan yang menangani orang dengan ketergantungan terhadap sesuatu (junkies). Tetapi, dia lebih fokus kepada orang dengan ketergantungan obat-obatan dan hiv/aids.

Pada intinya, jika ada keluarga yang memiliki ketergantungan terhadap obat-obatan terlarang, jangan diasingkan karena mereka tetap membutuhkan keluarganya tidak peduli apapun. Yang sering terjadi adalah, keluarga merasa malu dan "membuang" anggota keluarga dengan dalih rehabilitasi. Setelahnya sembuh pun, keluarga harus tetap menjaga dan mengawal anggota keluarga itu agar ia tidak kembali ke jalan tersebut.

Intinya sih, tidak ada satu alasan pun yang membenarkan seseorang untuk menggunakan narkoba dan support keluarga merupakan hal terpenting.



Obrolan pun berlanjut ke area seputar HIV. Ya, karena apa sih lanjutannya setelah memakai narkoba dengan jarum suntik yang bergantian? HIV kan?

Untuk hal ini, si teteh bilang bahwasanya ODHA (Orang Dengan HIV AIDS~odha) masih memiliki harapan memiliki anak tanpa mengidap hiv/aids walaupun menikah dengan sesama odha. Caranya dua, yaitu tidak melahirkan secara normal dan tidak menyusui. Dengan begini, kemungkinan anaknya tertular hanya 3 persen.



Selain itu, si teteh juga bilang kalau kekebalan tubuh seseorang itu bisa didapatkan dari tertawa atau perasaan bahagia. Jadi, untuk odha yang kekebalan tubuhnya menipis, perlu orang-orang di sekitarnya yang terus memberikan support. Makanya mereka tetap butuh orang-orang di samping mereka untuk terus membuat perasaan bahagia, tertawa dan rasa diinginkan.

Mereka yang terinfeksi hiv/aids jangan dulu bersedih dan meratapi diri sendiri lalu mengurung diri. Ada banyak komunitas tempat berkumpulnya orang-orang dengan masalah yang sama. Dengan berada bersama orang-orang yang memiliki msalah yang sama, mereka tidak akan merasa sendirian dan harapan hidup meningkat.

Pada intinya, semua berasal dari hati. Semua berasal dari kebahagiaan diri. Jadi, berbahagialah. Ciptakan kebahagiaan itu sendiri.


*Pictures are taken from internet

Monday, 17 November 2014

I got a crush on you!

Ketika mendapat tema minggu ini tentang "first crush on people," saya agak syiok karena berarti saya harus menggali lagi memori lama tentang siapa orang yang pernah saya suka. Bisa dibilang saya jarang tertarik sama pria, bukan karena saya punya preferensi seksual yang berbeda. Hanya saja, saya tertarik sama pria yang "tidak biasa." Kalau pilihannya orang terkenal, dulu saya pernah suka (pake banget) sama Effendi Ghazali jaman beliau belum menikah (tebak saja beliau umur berapa waktu itu). Simply because he's smart. Kemudian, saya juga suka sama Indra Bekti because he has good sense of humour.

Berhubung ini agak serius, berarti saya harus mencari pria yang nyata dan membumi sedikit ya. Oke, jadi dulu saya pernah suka (lovey-dovey alias cinta monyet) sama seorang cowok jaman SD. Dia beda 2 tahun dengan saya. Waktu itu saya kelas 4 SD, dia kelas 6. Dia menarik perhatian saya karena dia tinggi, cakep, dan gayanya santai banget. Namanya Valentino. Ah sudahlah, ada berapa banyak orang dengan nama Valentino di Indonesia? Jadi tak apa ya, kalau saya sebut.

Beranjak SMP, saya lagi-lagi bersekolah di tempat yang sama dengan V. Tapi, saya tak lagi tertarik dengannya, sudah biasa saja. Namanya juga cinta monyet. Tiba-tiba, sahabat saya dari jaman TK cerita dengan mata berbinar-binar kalau dia deket sama kakak kelas yang disebut "tupai. HA! See! I even remember the nickname she gave him. hehehe... Waktu itu, temen saya tidak mengakui kalau dia suka sama V, tapi saya tau. Saya pun memberi tahu teman saya bahwa V sudah punya pacar namanya Angel yang cantik seantero sekolah (ini beneran). Ya bisa ditebak berakhir seperti apa....

Jadi, kenapa waktu itu saya tidak lagi tertarik sama V? Karena saya (lagi-lagi) terperangkap cinta monyet dengan kakak kelas yang kebetulan kelasnya sebelahan sama kelas saya. Namanya Freddy, orang Manado. Orangnya cakep, putih, agak gendut sedikit. Nah, cowok yang ini juga ditaksir sama teman sekelas saya. Yasudah, daripada berebut, ditetapkan saja Freddy sebagai "cowok bersama" haha! Ampun deh, jaman itu...

Monday, 10 November 2014

Childhood Superheroes

Horeee! Habis gelap terbitlah terang! Habis tema film sedih terbitlah tema blog menyenangkan!

Ngomongin masa kecil itu selalu menyenangkan, membahagiakan, dan mengharukan ya.  Itu adalah saat-saat dimana saya sudah mandi jam 4 sore, sudah wangi, bedakan, makan sambil disuapin terus nonton Satria Baja Hitam! hahaha...

Inget gayanya? :))
Saya suka sih Satria Baja Hitam, tapi ada yang lebih saya sukak! Saya cinta banget sama Sailormoon! Iya, itu yang cewek-cewek cantik yang mewakili planet. (Untung ya, dulu sempet ada Pluto. Karena sekarang udah nggak ada planet Pluto berarti Sailor Pluto ditiadakan dong? :'( ) Saya suka banget sama Venus dan Neptunus. Saking nge-fans-nya, saya dulu sampe punya kartu remi Sailormoon (yang ini entah kemana), terus punya game Super Nintendo-nya. Aaaaaaakkkkkk. Belum lagi saya suka gambar-gambar Sailor-nya pake cat air.



Setelah Sailormoon, saya dikenalkan Magic Knight Rayearth. D'oh! Cinta banget sama kartun ini! Saya cinta banget sama Umi Ryuuzaki, yang warna biru. Yang lebih cinta lagi adalah kartunnya keren bangeeeet. Gambarnya pol kerennya, sampe sekarang masih ngefans banget! Saya sampe beli satu buku isinya gambar-gambar tiga cewek cantik dan keren ini. Sayang banget deh, ni buku nggak tau dimana :'(

Fuu Hooji, Umi Ryuuzaki, Hikaru Shidou (kiri ke kanan)


Umi Ryuuzaki <3
Terakhir, entah kenapa saya suka Batman. Sebenernya sih nggak suka banget-banget. Mungkin karena saya dibesarkan dengan dua abang, jadinya saya agak-agak terbawa cowok. Jadi, saya pernah punya baju yang ada sayap batman-nya di belakang. haha! Kebayang dong gimana saya pake baju itu dengan bangganya dan muter-muter rumah supaya itu sayap agak berkibar-kibar. Aduh, kalau inget itu, malu :")

Pardon the excess. The pictures are displayed to be enjoyed :)

All pictures are taken from internet