Tuesday, 7 June 2016

Apa itu cinta?

First thing first, don't you get bored of all these love-theme stuffs?

Pernah suka sama barang berlebihan? Saya pernah. Saya pecinta barang. Maksudnya, jika saya suka sama sesuatu barang, saya akan menjaganya dengan nyawa. 

Kisah cinta saya yang berlebihan ini terjadi pada telepon seluler yang saat ini saya gunakan, si Nero (Xperia Z), begitu saya memanggilnya. Nero karena dalam bahasa Italia berarti hitam. Terdengar seperti Kaisar Nero yang macho itu ya?

Saya begitu menyayangi si Nero. Saya tidak mau menggunakan pelindung apapun untuknya karena dia suka demam alias panas tinggi kalau sudah terlalu lelah. Saya juga sering memandikan dia di kala sudah kotor. Kemudian, dia akan bersih dan lebih nyaman untuk digunakan. 

Apa yang terjadi jika kamu menyukai sesuatu berlebihan? Yang terjadi pada saya adalah kesialan alias terjadi sesuatu pada barang tersebut yang membuatnya luka atau jelek. 

Sembilan bulan sejak saya membeli si Nero, saya mengajaknya jalan-jalan ke luar negeri. Di pinggir Venice replika, Macau, saya mengeluarkan si Nero dan tetiba licin dan hampir jatuh ke sungai buatan. Untungnya, saya masih bisa menangkap si Nero sementara jantung berdegup kencang. Saya berpikir bagaimana mengambilnya jika jatuh ke bawah sana?

Namun demikian, memang sesuatu tidak bisa berkelit dari takdirnya. Lepas dari takdir jatuh di air, tetiba jatuhlah si Nero ke lantai yang terbuat dari batu alam. Dia lecet di beberapa tempat :( Rasanya rencana jalan-jalan sesudah itu tidak berarti lagi. Separuh jiwa saya pergi. Halah!

Tetapi, mengingat cicilan yang belum lunas, ya sudah. Oh life goes on. And it's only gonna make me strong~kenal lagu ini?. Sebenernya, dia hanya mengalami lecet luar, tidak mengalami disfungsi apapun. I still love him regardless of his appearance *ciyeee

Kejadian cinta berlebihan kedua, adalah kecintaan saya terhadap foto di Capri Island. Sebagai informasi, Pulau Capri ini pulau hits di Italia, dimana artis-artis Hollywood menikah atau memiliki rumah persinggahan. 

Capri Island *from Google
Saya mengambil banyak foto di sana bersama teman. Sesampainya di rumah, saya memindahkan foto dari kamera ke laptop dan memisahkan foto saya dari foto teman. Entahlah apa yang terjadi, akhirnya foto saya yang raib semua :'( Terbayang kan bagaimana sedihnya kehilangan foto. Sudahlah belum mampu beli suvenir yang ekstra mahal, foto juga hilang entah kemana...

Ya sudah mau bagaimana lagi? Saya menerima kenyataan bahwa memang sebaiknya tidak terlalu mencintai sesuatu/seseorang berlebihan. The art of losing. Saya belajar untuk melepaskan keterikatan dengan barang ~ idih macem Dalai Lama...

No comments:

Post a Comment